Semua orang pasti ingin bahagia. Tidak peduli pejabat, konglomerat maupun rakyat yang melarat. Tidak peduli yang sehat wal afiat maupun yang sekarat karena dijemput malaikat. Tidak peduli mereka yang masih belia maupun tua renta termakan usia. Tidak peduli mereka yang masih cantik-tampan penuh pesona maupun mereka yang bertampang jelek karena menanggung derita. Pendek kata, semua yang mengaku pernah hidup, pasti ingin bahagia. Tak terkecuali! Read the rest of this entry »
HEALTH IS EVERYBODY BUSINESS
Coba bayangkan! Seandainya anda hidup di sebuah istana yang super megah, dengan taman-taman yang maha indah, dengan perlengkapan yang super mewah, dilayani oleh istri dan dayang-dayang yang cantik dan serba wah. Apapun yang anda inginkan tersedia. Mulai dari anggur sampai bajigur. Mulai dari gudeg jogja sampai pizza Italia. Bukankah ini hidup dengan limpahan harta, tahta, bahkan wanita yang mempesona, sangat fantastis?. Tapi coba bayangkan, Read the rest of this entry »
ISTIQOMAH!?
Musim demi musim berlalu. Masapun terus berputar bak cakra manggilingan, yang mengantar semua lelakon di bumi, baik kabar suka maupun duka yang membakar air mata. Semuanya berlalu. Lepas dari atensiku!
Bagai budak mimpi yang terbangun dari tidur panjang, baru ku tersadar, Entah berapa kisah terlewatkan. Dari elegi gempa bumi di tasik, hingga gegap gempita century yang tak pernah kumengerti,… lewat begitu saja. semuanya ternyata tak sedikitpun menginspirasiku tuk sekedar menuang pena, berbagi suka, berbagi duka. Padahal……ketika ku tetapkan hati tuk berekspresi di blog ini, ku bertekad tuk selalu peka terhadap segala yang terjadi. Kemudian berekspresi meski hanya dengan kata-kata, dg berharap memberi inspirasi. Meski mungkin hanya berupa sampah, tapi smoga bisa mewarnai.
Tapi…. ternyata semuanya tak semudah di angan. Kesibukan menjadi alasan, hingga blog inipun terabaikan. Bahkan silaturahim dengan teman-temanpun terputuskan. Memang tak mudah ber “Istiqomah”. Memang sulit menggenggam konsistensi.
Maafkan aku kawan…. Tapi bukankah segalanya masih mungkin??? Oleh karena itu, ijinkan aku kembali ke tengah-tengah kalian tuk berbagi suka maupun duka. Dan mohon doa, smoga kumampu ber” istiqomah”
SURAT SANG REMBULAN
Saudaraku……
Tengoklah aku, yang tengah hadir dalam sepi.
Ingatkah kamu?
Aku, ramadhanmu!
Lihatlah aku yang berpendar muram.
Hadir mengiring langkahmu, tuk memberi makna malam-malammu.
Tapi mengapa justru kau acuhkan aku?
Bukankah hadirku adalah kemuliaan, yang takkan terbayar, meski dengan seluruh usiamu?
Berapa usiamu kelak? 60 tahun, 70 tahun atau justru cuma 30 tahun?
Ingatlah wahai saudaraku!
Akan satu malamku, yang lebih dari kebaikan 1000 bulan!
“Khairum min alfi syahr…!”
Bukankah ini nilai yang tak tertandingi oleh apapun bagimu?
RAMADHAN DAN TAQWA
Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan
bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal
(QS Al Baqarah [2]: 197)
Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas dirimu berpuasa
sebagaimana telah diwajibkan atas umat sebelum kamu, agar kamu bertakwa.
(QS Al Baqarah [2] : 183)
Taqwa adalah kata yang sangat sentral dalam ibadah Ramadhan.. Karena takwa merupakan tujuan dari seluruh aspek ibadah di bulan ini. Bahkan diturunkannya Alquran pada bulan Ramadhan, diutusnya Rasulullah SAW, dan juga ibadah-ibadah yang lain, tidak ada tujuan lain kecuali berkaitan dengan takwa yaitu membentuk umat muslim menjadi insan yang bertakwa.
Kenapa Takwa? Read the rest of this entry »
HARUSKAH PAHALA RAMADHAN DITUKAR DENGAN DOSA?
Ngobrol, baik dengan tetangga, kolega, apalagi teman lama, memang sangat mengasyikkan. Kenangan demi kenangan, obrolan demi obrolanpun berhamburan. Tentang si A, si B, artis C, D dan seterusnya. Hingga kita lupa, lupa waktu bahkan lupa batas-batas syariat, bahwa aib orang tak boleh dipergunjingkan. Tanpa sadar, kita telah terjerembab dalam comberan yang menjijikkan yaitu Ghibah.
Read the rest of this entry »
MARHABAN YA RAMADHAN
Maha Suci Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, mempergilirkan siang dan malam dalam sebuah jalinan masa. Sang waktu terus berdentang, tak terasa Ramadhan menjelang. Dia datang atas perintah Sang Maha Suci, tuk menghantar pundi-pundi rahmat dan ampunan-Nya. Untuk kita, umat yang di cintai-Nya.
Oleh karena itu sahabatku!
Haruskah kita sambut dia, hanya dengan tubuh dekil yang senantiasa durhaka? Bukankah layaknya menyambut tamu agung, kita harus bersolek dengan amalan yang utama? Lantas apakah itu? Read the rest of this entry »
KHOTBAH RASULULLAH MENYAMBUT RAMADHAN
Maha Suci Allah yang telah mengedarkan bumi pada matahari, seiring musim yang berganti-ganti. Maha besar Allah yang telah memutar pertiwi pada porosnya, dengan siang dan malam sebagai selimutnya, dengan detak-detak waktu sebagai garis lintasannya, yang mengantar kita pada titik demi titik. Hingga tak terasa, sampailah kita pada suatu persinggahan dimana “Ramadhan” telah kembali memanggil-manggil, menggetarkan hati para perindunya.
Ramadhan telah didepan mata! Sudah siapkah aku? Sudah siapkah anda menyambutnya, untuk mendulang cinta kasih dalam rengkuhan-nya?
Oleh karena itu, mari menata hati, siapkan diri. Read the rest of this entry »
SESAL
Aku, tak lebih dari sepotong Rembulan pucat, terjerembab di jelaga malam. Nyanyian burung hantu, jeritan srigala bahkan gemuruh anginpun mencemooh, menikam duka yang telah menguar di hati. Berbatang-batang ciggarette yang kuhisap tak mampu mengibaskan perih, justru mendorongku ke lubang penyesalan yang mengerikan.
“Pantaskah aku dipanggil papa, ketika tangan ini telah mengalirkan darah? Darah anakku sendiri?”
Masih terpampang jelas di mataku, Doni Putra semata wayangku menggelepar jadi pesakitan di ruang operasi, karena aku. Salahku.
”Maafkah Papa, Doni….!”
******** Read the rest of this entry »
CAMBUKAN
Senja turun. Angin gunung penuh kelembutan mengantar mentari tua menyelinap di kaki bukit. Sinarnya memerah, sesekali menyelusup, bak anak panah menancap didaun meja dekat jendela. Aku terpaku. Meja kokoh itulah satu-satunya barang berharga di gubug reot ini. Sejuta kenangan tersimpan dibaliknya. Dibawah meja itulah bapak telah mencambukku. Ketika itu, aku masih umur 11 tahun, kelas 6 SD. Aku belum mengerti apa arti cambukan yang meninggalkan bilur-bilur merah dipunggungku saat itu. Read the rest of this entry »
