<!–[if gte mso 9]> Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 <![endif]–><!–[if gte mso 9]> <![endif]–>
Dalam posting yang lalu telah kita bahas bahwa tua adalah suatu keniscayaan dengan berbagai efek negatif dibaliknya. adapun cara terbaik untuk mengantisipasinya adalah dengan penerapan pola hidup sehat yang antara lain dengan : POLA MAKAN YANG SEHAT DAN SEIMBANG
Makan sebenarnya tidak hanya sekedar memuaskan lapar dan dahaga. Makan juga tidak sekedar senang atau tidak senang. Banyak faktor yang menentukan bagaimana seseorang memilih makanannya. Faktor-faktor tersebut antara lain faktor kebiasaan, daya beli, ketersediaan pangan, kepercayaan atau takhayul, agama, serta yang terakhir yang biasanya tidak dianggap penting adalah pertimbangan gizi dan kesehatan. Padahal pertimbangan gizi dan kesehatan inilah yang seharusnya kita utamakan. Apalah artinya makan bila tidak menyehatkan? Memang kesehatan bukan segala-segalanya, tapi segalanya tanpa kesehatan tak kan berarti apa-apa.
Banyak penelitian yang membuktikan bahwa pola makan yang tidak sehat dapat menimbulkan berbagai penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes mellitus, dislipidemia, jantung koroner, stroke, liver, ginjal dan sebagainya. Agar kita tidak terkena penyakit-penyakit tersebut maka tidak ada jalan lain kecuali dengan membiasakan diri dengan pola makan yang sehat mulai sekarang juga. Ada beberapa TIP yang perlu kita perhatikan dalam penerapan pola makan yang sehat, antara lain :
TIP 1 : Makanlah makanan yang beraneka ragam
Tidak ada satupun jenis makanan yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan tubuh kita. Oleh karena itu, kita perlu mengkombinasikan aneka ragam makanan agar kebutuhan tubuh kita yang meliputi karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan serat, dapat terpenuhi dalam jumlah dan proporsi yang seimbang.
Ada beberapa pedoman yang biasa digunakan dalam mengkombinasikan aneka ragam makanan ini antara lain : Pedoman empat sehat lima sempurna, pedoman ”tri guna makanan”, dan 13 pesan dasar gizi seimbang. Namun setelah memperhatikan dan mempertimbangkan permasalah gizi pada orang dewasa dan Manula, maka penulis lebih cenderung merekomendasikan penggunaan Piramida Bahan Makanan sebagai pedoman makanan harian.
Piramida bahan makanan yang dikembangkan oleh USDA (The United State Department of Agriculture) tahun 1992, telah diadaptasi oleh medimedia Communication & sentral informasi diabetes dan lipid, RSPUN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta menjelaskan bahwa bahan makanan digolongkan menjadi empat kelompok yaitu :
a. Kelompok hijau
Kelompok hijau adalah kelompok sayuran dan buah-buahan. Kelompok yang merupakan sumber vitamin, mineral dan serat ini sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang paling banyak, khususnya sayuran yang tidak berwarna (seperti kol, taoge, ketimun, jepan, tomat sayur, sawi putih, labu, oyong dsb) dan buah-buahan yang tidak manis, banyak mengandung air dan serat ( seperti apel, belimbing, jambu, pir, melon, pepaya dsb)
b. Kelompok kuning
Kelompok kuning merupakan kelompok sereal, biji-bijian dan umbi-umbian. Kelompok ini merupakan sumber utama zat tenaga (Karbohidrat kompleks) bagi tubuh kita. Oleh karena itu sebaiknya kelompok ini dikonsumsi dalam jumlah cukup banyak yaitu sekitar 300-450 gram/hari.
c. Kelompok jingga
Kelompok jingga merupakan kelompok protein hewani maupun nabati yang merupakan sumber bahan pembangun untuk memperbaiki bagian tubuh yang rusak.. Kelompok ini sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah sedang-sedang saja yaitu sekitar 150-300 gram/hari.
d. Kelompok merah
Kelompok merah terdiri dari tiga jenis bahan makanan (tiga G) yaitu gula, garam, gajih (Minyak) beserta hasil olahannya. Kelompok ini sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah terbatas/sedikit sekali, terlebih untuk orang yang berusia menengah keatas dan menghadapi resiko terkena penyakit degeneratif. Bahan makanan yang termasuk dalam kelompok merah antara lain :
- Gula dan hasil olahannya seperti gula pasir, gulajawa, gula batu, madu, selai, permen, coklat, kue, es krim, sirup, dodol, manisan, kecap dan semua produk yang menggunakan gula.
- Gajih/minyak dan hasil olahannya seperti minyak goreng, margarin, keju, kelapa, santan, lemak hewan (gajih), dan semua makanan yang menggunakan bahan-bahan tersebut.
- Garam dan semua makanan yang menggunakan garam. Yang dimaksud garam disini adalah garam natrium yang biasanya ditambahkan dalam makanan berupa : Natrium Chlorida (garam dapur), Monosodium Glutamat (vetsin/penyedap rasa), Natrium bikarbonat (soda kue), Natrium benzoat (Pengawet buah-buahan), dan Natrium Nitrit (Pengawet daging).
TIP 2 : PERBANYAK MINUM AIR PUTIH
(simak posting berikutnya, oke!)