Sekedar Ingin Bermakna

SURAT SANG REMBULAN


Saudaraku……
Tengoklah aku, yang tengah menggigil dalam sepi.
Ingatkah kamu?
Aku, ramadhanmu!
Lihatlah aku yang berpendar muram.
Hadir mengiring langkahmu, tuk memberi makna malam-malammu.
Tapi mengapa justru kau tinggalkan aku?
Bukankah hadirku adalah kemuliaan, yang takkan terbayar, meski dengan seluruh usiamu?
Berapa usiamu kelak? 60 tahun, 70 tahun atau justru cuma 30 tahun?
Ingatlah wahai saudaraku!
Akan satu malamku, yang lebih dari kebaikan 1000 bulan!
“Khairum min alfi syahr…!”
Bukankah ini nilai yang tak tertandingi oleh apapun bagimu?

Read the rest of this entry »

RAMADHAN DAN TAQWA


Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan
bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal

(QS Al Baqarah [2]: 197)
Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas dirimu berpuasa
sebagaimana telah diwajibkan atas umat sebelum kamu, agar kamu bertakwa
.
(QS Al Baqarah [2] : 183)

Taqwa adalah kata yang sangat sentral dalam ibadah Ramadhan.. Karena takwa merupakan tujuan dari seluruh aspek ibadah di bulan ini. Bahkan diturunkannya Alquran pada bulan Ramadhan, diutusnya Rasulullah SAW, dan juga ibadah-ibadah yang lain, tidak ada tujuan lain kecuali berkaitan dengan takwa yaitu membentuk umat muslim menjadi insan yang bertakwa.

Kenapa Takwa? Read the rest of this entry »

HARUSKAH PAHALA RAMADHAN DITUKAR DENGAN DOSA?



Ngobrol, baik dengan tetangga, kolega, apalagi teman lama, memang sangat mengasyikkan. Kenangan demi kenangan, obrolan demi obrolanpun berhamburan. Tentang si A, si B, artis C, D dan seterusnya. Hingga kita lupa, lupa waktu bahkan lupa batas-batas syariat, bahwa aib orang tak boleh dipergunjingkan. Tanpa sadar, kita telah terjerembab dalam comberan yang menjijikkan yaitu Ghibah.
Read the rest of this entry »

MARHABAN YA RAMADHAN


Maha Suci Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, mempergilirkan siang dan malam dalam sebuah jalinan masa. Sang waktu terus berdentang, tak terasa Ramadhan menjelang. Dia datang atas perintah Sang Maha Suci, tuk menghantar pundi-pundi rahmat dan ampunan-Nya. Untuk kita, umat yang di cintai-Nya.
Oleh karena itu sahabatku!
Haruskah kita sambut dia, hanya dengan tubuh dekil yang senantiasa durhaka? Bukankah layaknya menyambut tamu agung, kita harus bersolek dengan amalan yang utama? Lantas apakah itu? Read the rest of this entry »

KHOTBAH RASULULLAH MENYAMBUT RAMADHAN


Maha Suci Allah yang telah mengedarkan bumi pada matahari, seiring musim yang berganti-ganti. Maha besar Allah yang telah memutar pertiwi pada porosnya, dengan siang dan malam sebagai selimutnya, dengan detak-detak waktu sebagai garis lintasannya, yang mengantar kita pada titik demi titik. Hingga tak terasa, sampailah kita pada suatu persinggahan dimana “Ramadhan” telah kembali memanggil-manggil, menggetarkan hati para perindunya.
Ramadhan telah didepan mata! Sudah siapkah aku? Sudah siapkah anda menyambutnya, untuk mendulang cinta kasih dalam rengkuhan-nya?
Oleh karena itu, mari menata hati, siapkan diri. Read the rest of this entry »

SESAL



Aku, tak lebih dari sepotong Rembulan pucat, terjerembab di jelaga malam. Nyanyian burung hantu, jeritan srigala bahkan gemuruh anginpun mencemooh, menikam duka yang telah menguar di hati. Berbatang-batang ciggarette yang kuhisap tak mampu mengibaskan perih, justru mendorongku ke lubang penyesalan yang mengerikan.

“Pantaskah aku dipanggil papa, ketika tangan ini telah mengalirkan darah? Darah anakku sendiri?”

Masih terpampang jelas di mataku, Doni Putra semata wayangku menggelepar jadi pesakitan di ruang operasi, karena aku. Salahku.
”Maafkah Papa, Doni….!”
******** Read the rest of this entry »

CAMBUKAN



Senja turun. Angin gunung penuh kelembutan mengantar mentari tua menyelinap di kaki bukit. Sinarnya memerah, sesekali menyelusup, bak anak panah menancap didaun meja dekat jendela. Aku terpaku. Meja kokoh itulah satu-satunya barang berharga di gubug reot ini. Sejuta kenangan tersimpan dibaliknya. Dibawah meja itulah bapak telah mencambukku. Ketika itu, aku masih umur 11 tahun, kelas 6 SD. Aku belum mengerti apa arti cambukan yang meninggalkan bilur-bilur merah dipunggungku saat itu. Read the rest of this entry »

MEMAKNAI KEGAGALAN



“Cukuplah hidupmu jadi pelajaran bagimu. Tidak hanya bahagiamu, tapi juga dukamu. Tidak hanya suksesmu tapi juga gagalmu. Bukankah Allah SWT telah menciptakan bahagia dan sukses itu bermanfaat bagimu? Demikian juga dengan duka dan kegagalan, pasti ada manfaat bagimu”
*****
Read the rest of this entry »

PRAHARA part 2 (selesai?)



Matahari masih tinggi. Kantor belum juga sepi. Tapi, Kaisya sudah mengemasi seluruh peralatannya. Tidak seperti biasa, dia ingin pulang lebih awal. Karena sore ini dia berharap Faisal akan datang ke rumah. Dia ingin mengajaknya bicara tentang bahtera rumah tangganya yang telah porak poranda.

Senja mulai beranjak pergi, namun Faisal tak juga datang. Kaisya resah. Entah sudah berapa kali dia hilir mudik diruang tamu. Beberapa kali dipandanginya detak-detak jam dinding yang seakan enggan berjalan. Dia semakin gundah, karena sudah beberapa kali ditelpon, tetap tidak ada jawaban. Akhirnya Kaisya terduduk pasrah!. Read the rest of this entry »

PRAHARA



Jam berdentang 11 kali. Namun Kaisya masih terduduk di beranda. Resah. Berkali-kali dihelanya nafas panjang. Ingin dihempaskannya kepedihan yang menghujam. 13 tahun sudah, membina bahtera. Sudah ada Viya dan Krisna, permata hatinya. Tapi mengapa bahtera itu kini limbung, hilang haluan, bahkan nyaris tenggelam? Mengapa?
Malam ini, ulang tahun pernikahan. Hasrat hati mengenang kembali kemesraan yang pernah terajut, serta memperbaiki hubungan yang telah koyak. Namun, bagai menepuk ruang hampa, sejak sore Kaisya menunggu, Faisal tak juga kunjung pulang. Berkali-kali telpon dan SMS dikirim, tak pernah ada jawaban.
”Ya Allah! hamba harus bagaimana?”, keluhnya dengan mata berkaca-kaca. Read the rest of this entry »