Sekedar Ingin Bermakna


PRAHARA


Jam berdentang 11 kali. Namun Kaisya masih terduduk di beranda. Resah. Berkali-kali dihelanya nafas panjang. Ingin dihempaskannya kepedihan yang menghujam. 13 tahun sudah, membina bahtera. Sudah ada Viya dan Krisna, permata hatinya. Tapi mengapa bahtera itu kini limbung, hilang haluan, bahkan nyaris tenggelam? Mengapa?
Malam ini, ulang tahun pernikahan. Hasrat hati mengenang kembali kemesraan yang pernah terajut, serta memperbaiki hubungan yang telah koyak. Namun, bagai menepuk ruang hampa, sejak sore Kaisya menunggu, Faisal tak juga kunjung pulang. Berkali-kali telpon dan SMS dikirim, tak pernah ada jawaban.
”Ya Allah! hamba harus bagaimana?”, keluhnya dengan mata berkaca-kaca. (lagi…)